Risiko utama yang akan dihadapi trader saham adalah HARGA SAHAM TURUN SETELAH DIBELI. Tujuan kita trading adalah untuk mendapatkan profit, yaitu jual saham di harga lebih mahal dari harga beli kita.
Namun jika harga saham yang dibeli turun, bagaimana cara kita dapat profit? Apalagi di Bursa Efek, banyak juga saham yang harganya turun terus. Kalau saham yang anda beli turun terus dan anda tidak cut loss, saham anda akan nyangkut, dan tentu akan menghasilkan floating loss.
Sehati-hati apapun anda trading, tetap ada kemungkinan saham yang anda beli harganya turun. Hal ini karena harga saham itu mengalami FLUKTUATIF. Tidak mungkin harga saham itu pasti naik terus.
Jadi kita tidak mungkin menghindari penurunan harga saham. Kita pasti akan menghadapinya. Nah, seringkali strategi CUT LOSS dijadikan sebagai anjuran untuk para trader guna meminimalkan kerugian alias proteksi modal dari turunnya harga saham.
Sebab kalau anda katakanlah beli saham di harga Rp1.000, dan turun ke Rp950 lalu turun lagi ke Rp870. Tetapi anda sudah cut loss di Rp950. Maka kerugian anda hanya sedikit, dibandingkan kalau anda menahan saham terus menerus dan saham anda turun.
Tapi buat mayoritas trader, cut loss adalah hal yang berat. Karena bagaimanapun juga, dengan cut loss anda kehilangan modal. Biasanya dilema yang sering dijumpai: Kalau cut loss rugi. Kalau nggak cut loss saham turun terus, dan floating lossnya besar.
Sebagai trader saham, anda sebenarnya bisa menyiasati hal ini supaya anda tetap bisa meraih profit di market. Ada beberapa cara dan strategi yang bisa anda lakukan agar ketika saham turun anda tetap bisa dapat profit alias nggak perlu sering-sering melakukan cut loss.
Cara-cara ini saya terapkan sendiri di market. Berikut cara menyiasati harga saham turun agar anda tetap bisa meraih profit:
1. Membeli saham yang sudah diskon & murah
Kalau anda membaca pos berikut: , maka dapat disimpulkan bahwa mayoritas pelaku pasar biasanya akan selalu mencari saham-saham yang sudah turun dan murah untuk dibeli.
Kalau anda ingin saham yang turun ujungn2nya tetap bisa memberikan profit, pilihlah strategi trading yang PALING AMAN dan LOW RISK, yaitu belilah saham-saham yang harganya DISKON dan MURAH secara chart.
Karena saham-saham yang sudah diskon dan murah memiliki potensi naik lebih cepat dibandingkan saham2 yang harganya mahal. Kalau saham murah anda beli turun, harga beli anda masih tidak mahal.
Tapi kalau anda beli saham yang harganya di ujung tren naik dan kemudian harganya jatuh, anda nyangkut di harga mahal. Dan seringkali saham2 yang sudah di ujung tren naik, butuh waktu lebih lama untuk balik dari tren puncaknya, karena pada dasarnya pelaku pasar akan menjual saham yang sudah mahal untuk ambil untung.
Namun hanya membeli saham yang sudah turun, memang masih tidak menjamin anda pasti profit, soalnya banyak juga saham yang harganya turun, malah turun lebih banyak.
Sehingga kalau anda hanya sekedar membeli saham yang lagi turun tanpa analisa, justru risiko trading akan meningkat. Selain membeli saham diskon, anda harus selektif memilih tipe saham. Baca poin dua.
2. Membeli saham-saham yang pergerakannya bagus / mengikut indeks
Pilihlah saham-saham yang chartnya memang bagus, harganya mudah rebound setelah turun, dan saham-saham yang pergerakannya mengikuti indeks.
Saham2 yang secara chart memang benar-benar sudah diskon & murah dan likuid, sahamnya tidak butuh waktu lama untuk bisa naik lagi. Sehingga kalau saham yang anda beli turun, anda tidak perlu terburu melakukan cut loss. Anda tidak butuh waktu lama untuk menunggu saham naik.
Anda bisa pelajari dan praktikkan cara-cara menemukan saham diskon yang berpotensi naik jangka pendek disini: Cara Menemukan Saham Diskon yang Berpotensi Naik.
Nanti di akhir pos saya akan sharing juga beberapa pengalaman trading, yaitu mencetak profit saat saham yang dibeli masih turun.
3. Beli saham karena chart, bukan karena lagi hype
Belilah saham karena memang chartnya bagus. Dengan cara ini, saham yang anda beli punya potensi naik. Hindari beli saham hanya karena saham tersebut lagi hype alias banyak dibicarakan, banyak direkomendasikan, atau bahkan sahamnya lagi digoreng bandar.
Salah satu penyebab trader yang mengalami kerugian (saham turun drastis) karena trader kerap kali membeli saham hanya berdasarkan 'arah angin' yang ada di market.
Banyak saham yang harganya turun dan tidak kembali ke harga awal, karena memang kualitas saham tersebut jelek. Tetapi kalau anda bisa memilih saham2 yang pergerakan dan momentumnya baik, saat saham turun anda tetap bisa meraih profit dan meminimalkan cut loss di market.
4. Beli saham yang anda pahami
Semakin anda memahami pola chart suatu saham, risiko cut loss dan saham nyangkut dapat diminimalkan. Jadi di dalam trading, prioritaskan untuk membeli saham yang anda mengerti pola support-resistennya. Anda memahami range pergerakan harga saham tersebut.
Cara melihat saham yang polanya bagus dan menguntungkan buat trading bisa anda pelajari melalui analisa-analisa screening saham berikut: Panduan Simpel & Efektif Screening Saham Bagus.
REALITA TRADING: SAHAM TERKADANG TURUN SETELAH DIBELI
Cara-cara diatas saya terapkan sendiri dalam praktik trading, dan cara-cara tersebut sangat efektif untuk meminimalkan cut loss, dan saham nyangkut dengan jangka waktu panjang.
Satu hal penting yang ingin saya tekankan disinilah adalah: Dalam trading saham, anda akan menghadapi realita di mana yang anda beli terkadang harganya turun, nggak langsung naik seperti harapan kita.
Hal ini adalah sesuatu yang wajar dan pasti kita akan mengalaminya. Kalau anda ditawari untuk membayar mahal suatu program analisa saham dengan embel-embel pasti profit tiap hari, pasti saham naik 100%, saran saya jangan mudah percaya.
Realita trading yang kita hadapi tidak sehitam putih itu. Kalau anda sudah terlanjur termakan kalimat "pasti profit", "saham pasti naik terus", tiba2 anda beli saham dan harganya turun, psikologis anda pasti langsung kacau.
Yang perlu anda lakukan sebagai trader adalah MENYIASATI dengan strategi trading yang benar agar ketika saham yang anda beli masih turun, anda tidak perlu sering melakukan cut loss, namun anda hanya menunggu saham yang sudah anda beli rebound.
Caranya gimana? Ya dengan cara-cara yang sudah kita ulas diatas tadi. Salah satu pengalaman trading yang ingin saya sharing pada para trader... Saya beberapa kali membeli saham, dan setelah dibeli sahamnya turun.
Tapi karena saham yang saya beli secara teknikal bagus, momentumnya juga oke, sahamnya sudah diskon, maka tidak butuh waktu lama untuk menunggu saham tersebut naik diatas harga beli dan take profit.
Salah satunya pernah saya praktikkan pada saham ACES. Saya buy saham ACES di harga Rp1.515 dan jual di harga Rp1.555 untuk trading harian. Baca juga: One Day Trading Saham. Berikut rincian transaksi trading ACES:
Dan saya bisa melakukan take profit dari saham yang sudah ditradingkan. Tapi coba bayangkan kalau saya trading di saham2 yang tidak saya pahami, beli saham2 gorengan, beli saham hanya karena ikutan trader lain.
Ketika saham turun, saham belum tentu bisa naik lebih cepat atau kembali ke harga beli awal. Karena saya juga pernah mengalami trading dengan cara-cara seperti itu, dan justru saya lebih banyak melakukan cut loss.
Jadi dalam trading saham, let's be realistic. Karena di pasar saham itu risiko utamanya adalah HARGA SAHAM yang kita beli TURUN, maka kita harus bisa mengantisipasinya dengan cara trading yang benar.
0 komentar:
Post a Comment
Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.