Keuntungan-keuntungan yang bisa anda dapatkan dari membeli adalah capital gain dan passive income dari dividen. Tetapi bukan berarti saham itu tidak ada risikonya.
Pernahkah anda mendengar pendapat-pendapat: "Saham A fundamentalnya bagus. Harga sahamnya bakalan naik".
Ternyata saham yang digadang-gadang akan naik, harganya malah lesu. Jadi, dari beberapa risiko saham, risiko utama membeli saham adalah: TURUNNYA HARGA SAHAM.
"Tapi kan harga saham turun wajar Pak Heze. Nanti kan bisa naik lagi" Kata anda.
Benar, harga saham turun adalah bagian dari fluktuatif harga. Tetapi gimana kalau harga sahamnya turun terus? Tentu ini akan menjadi risiko utama seorang trader dan investor ketika membeli saham.
Namun risiko turunnya harga saham bisa anda minimalkan. Dalam arti, sebagai trader ataupun investor, anda bisa menghindari saham-saham yang pergerakannya jelek atau lagi turun, sehingga anda tidak membeli saham yang salah.
Ada beberapa cara agar anda bisa menghindari membeli saham-saham yang harganya berpotensi turun:
1. Jangan mudah percaya kata orang lain
Di market pasti banyak pendapat-pendapat yang mengatakan: Saham A bagus, saham B bakalan naik, saham C bagus buat jangka panjang.
Belum tentu pendapat-pendapat tersebut benar. Anda harus memiliki analisa pribadi sebelum membeli saham, dan jangan mudah percaya dengan pendapat orang lain, karena banyak analisa2 yang tidak dapat dipertanggung-jawabkan.
Itula pentingnya anda bisa menjadi trader dan investor saham mandiri yang paham cara memilih saham bagus buat dibeli. Baca juga: Panduan Simpel & Efektif Screening Saham Bagus.
2. Perhatikan analisa sektoral
Sebelum anda beli saham, khususnya buat investor jangka panjang, ada baiknya anda selalu melakukan analisa sektoral. Tujuannya, untuk melihat kondisi bisnis di sektor tersebut: Sedang bagus atau lesu?
Kalau sektor bisnis lagi lesu, harga sahamnya sangat berpotensi turun, walaupun mungkin perusahaannya terkenal. Kita ambil satu contoh studi kasus.
Anda mungkin sering mendengar pendapat: "Saham BUMN itu lebih pasti buat investasi, soalnya dijamin oleh negara. Harga sahamnya juga lebih stabil."
Well, tapi anda bisa lihat fakta di market bahwa banyak saham BUMN yang harganya turun terus. Kita bisa lihat contoh saham-saham BUMN di sektor konstruksi: WIKA, WSKT, PTPP..
Walaupun saham BUMN, namun ketiga saham ini terus mengalami penurunan, karena penurunan kinerja fundamental dan sektor konstruksi sedang lesu.
Diatas adalah saham WIKA yang tren harganya turun terus karena terjadi penurunan laba bersih saat sektor konstruksi lagi lesu.
Sehingga, jika anda hanya percaya dengan teori-teori yang ada di market, hal ini bisa menyebabkan saham yang anda beli gampang turun. Karena untuk membeli saham, anda butuh analisa yang lebih dalam.
3. Perhatikan momentum market
Momentum market yaitu melihat kondisi IHSG dan market global juga perlu dilakukan trader supaya anda tidak mudah terjebak dalam risiko saham, yaitu SAHAM TURUN terus setelah dibeli.
Ketika IHSG lagi anjlok, mayoritas saham biasanya akan turun. Ketika volume IHSG sedang sepi transaksi, saham-saham biasanya juga sulit naik.
Sebagai trader, memperhatikan momentum market ini sangat diperlukan agar anda tidak mudah terjebak membeli saham saat kondisi marketnya lagi turun / bearish. Hal ini juga meminimalkan risiko trading.
4. Analisa teknikal dan fundamental
Tentu saja, anda butuh analisis teknikal dan fundamental. Dengan analisa teknikal dan fundamental, anda bisa mengetahui saham-saham yang potensinya bagus untuk dibeli, dan membaca saham2 yang berisiko.
Kombinasi analisa momentum, teknikal dan analisa fundamental merupakan senjata utama anda untuk meminimalkan risiko di market. Baca juga: Belajar Saham Full Praktik Trading.
Sehingga anda memiliki kompas dan arah trading yang baik sebelum membeli saham. Analisa teknikal dan fundamental juga berfungsi untuk menyaring saham-saham yang pola pergerakan dan kinerjanya kurang bagus. Sehingga anda bisa menghindarinya.
5. Tidak ada saham yang kebal koreksi
Mindset ini yang harus selalu anda tanamkan: Tidak ada saham kebal koreksi. Walaupun saham memiliki "label" tertentu misalnya: Saham blue chip, perusahaan dengan brand image baik, perusahaan milik negara dan lain-lain. Tetapi ingatlah bahwa tidak ada saham yang kebal koreksi.
Jadi saran saya, jangan membeli saham hanya karena saham tersebut saham blue chip. Jangan beli saham hanya karena saham tersebut punya "label" BUMN. Jangan beli saham hanya karena sahamnya terkenal dan banyak dibicarakan.
Belilah saham karena anda memang sudah menganalisanya berdasarkan analisa teknikal, fundamental, momentum, analisa sektoral.
Jadi risiko membeli saham yang utama adalah harga saham yang anda beli turun. Dan kalau saham yang anda beli terus turun, tentu anda tidak bisa meraih profit.
Dengan 5 poin diatas, anda bisa menjabarkan dan menerapkan dalam praktik trading. Sehingga dengan cara-cara tersebut, anda bisa meminimalkan risiko di market.
0 komentar:
Post a Comment
Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.