Website edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, investasi saham, analisis saham dan strategi trading.

Analisis Saham: Strategi Averaging Down

Anda mungkin pernah membeli saham, dan kemudian membeli lagi saham yang sama di harga yang berbeda (Anda dalam posisi belum menjual saham tersebut), sehingga jumlah lot saham anda bertambah. 

 

Dalam dunia saham, istilah ini disebut sebagai AVERAGING. Averaging dibedakan menjadi dua, yaitu averaging up dan averaging down. Anda bisa baca perbedaan keduanya disini: Averaging Up dan Averaging Down Saham. 

Di pos ini, kita akan bahas keuntungan dan risiko melakukan averaging down. Dalam praktikknya, averaging down merupakan strategi yang relatif sering diterapkan oleh trader, di mana anda menambah porsi saham ketika harganya turun, sehingga anda bisa mendapatkan harga beli rata-rata lebih murah. 

Strategi averaging down terkadang menjadi perdebatan para trader. Trader yang pro dengan averaging down mengatakan: "Averaging down menguntungkan, karena kita bisa mendapatkan harga rata-rata yang lebih murah."

Namun trader yang kontra akan mengatakan: "Averaging down itu berisiko, apalagi kalau pasar saham jatuh, saham yang nyangkut bisa lebih banyak"

KEUNTUNGAN AVERAGING DOWN 

1. Lebih mudah untuk menjual saham 

Dengan averaging down, anda bisa mendapatkan harga beli rata-rata yang lebih murah. Tentu saja, dengan harga rata-rata lebih murah, anda bisa lebih mudah menjual saham di harga yang tidak terlalu tinggi. Sebagai contoh, anda bisa lihat tabel averaging down saham berikut: 

Averaging down saham

Let say anda membeli saham BBRI di harga 4.070 sebanyak 8 lot, dengan fee beli dan jual sekuritas adalah 0,17% dan 0,27%. Maka anda butuh harga minimal 4.090 untuk bisa menjual profit saham BBRI anda. 

Katakanlah saham BBRI turun sampai ke 4.000. Kemudian anda membeli lagi saham BBRI di harga 4.000 (averaging down) sebanyak 8 lot. Maka harga beli rata-rata anda sekarang adalah 4.035 sebanyak 16 lot.  

Dengan harga 4.035, anda hanya butuh BBRI naik sampai ke harga minimal 4.060 agar anda bisa menjual saham anda profit, dan tentu dengan jumlah lot lebih banyak, profit anda lebih terasa. 

Sehingga dengan harga beli rata-rata yang lebih murah karena averaging down, anda lebih mudah menjual saham dan tidak perlu menunggu di harga tinggi. 

2. Bagus diterapkan dalam kondisi market fluktuatif rendah

Dalam kondisi market yang fluktuatifnya sedang rendah, dan transaksi yang tidak terlalu ramai, averaging down terkadang akan menguntungkan trader, karena saat market sedang tidak ramai transaksi, banyak saham yang hanya naik sedikit, kemudian rentan koreksi lagi. 

Dengan averaging down, anda tidak perlu menunggu saham anda naik terlalu tinggi untuk bisa menjual untung. 

3. Meminimalkan risiko nyangkut di harga puncak 

Katakanlah anda membeli saham di harga yang agak tinggi dan saham yang anda beli tiba-tiba turun. Maka dengan averaging down, anda bisa meminimalkan risiko saham nyangkut di harga atas. 

Kembali lagi ke poin sebelumnya, dengan averaging down, anda bisa menjual saham profit di harga lebih rendah, tidak perlu menunggu harga saham naik sampai puncak. Karena terkadang saham belum sampai naik tinggi sudah koreksi lagi, terutama kalau market-nya masih belum bullish.  

RISIKO AVERAGING DOWN 

Risiko PALING UTAMA averaging down sebenarnya adalah risiko 'menangkap pisau jatuh'. Masalahnya, kita tidak tahu apakah saham yang anda beli setelah turun, harganya akan langsung naik atau malah turun lebih dalam. 

Jika setelah anda averaging down ternyata saham anda malah turun terus, hal ini ibarat anda 'menangkap pisau jatuh'. Saham anda akan nyangkut dengan jumlah lot yang lebih besar. 

Di satu sisi, averaging down juga cukup berisiko diterapkan pada saat kondisi pasar saham sedang downtrend / strong bearish. Dalam kondisi market strong bearish, seringkali saham yang sudah turun dan terlihat murah, sahamnya bisa turun lagi lebih banyak. 

Inilah yang membuat averaging down seringkali menimbulkan perdebatan bagi para trader. Jadi, averaging down itu ibarat pedang bermata dua. Di satu sisi, bisa sangat menguntungkan. Di sisi lain, juga berisiko. 

AVERAGING DOWN SEBENARNYA MENGUNTUNGKAN ASALKAN.... 

Dalam praktik trading yang saya jalankan, saya sendiri beberapa kali menerapkan strategi averaging down. Saya dapat menyimpulkan bahwa averaging down itu sebenarnya sangat MENGUNTUNGKAN.. 

Tapi.... 

Anda harus menggunakan strategi averaging down yang benar. Jangan asal memilih saham, jangan asal averaging down dan yang terpenting, selalu perhatikan momentum kalau anda memutuskan untuk averaging. Ada beberapa poin penting jika anda ingin averaging down yang anda terapkan bisa menghasilkan profit. 

1. Pembelian saham pertama sebelum averaging hendaknya dilakukan dengan modal kecil

Anda harus memiliki planning: Averaging down atau langsung beli saham sekali. Kalau anda masih ragu-ragu dengan tren saham tersebut: Anda bingung saham yang anda beli bakalan langsung naik, atau potensi turun lagi. 

Maka anda bisa memutuskan untuk averaging down. Jadi strateginya, pembelian pertama saham dilakukan dengan modal kecil. Sehingga, anda masih memiliki modal yang besar untuk averaging down jika sewaktu-waktu saham anda turun. 

Kalau modal anda buat averaging down banyak, harga beli rata-rata anda bisa dapat jauh lebih murah. Tapi kalau ternyata saham yang anda beli nggak jadi turun, at least anda sudah punya sahamnya walaupun sedikit, dan anda tetap punya kesempatan dapat profit. 

2. Pilih saham yang anda yakin 

Dalam averaging down, hendaknya anda memilih saham yang anda yakin. Pilihlah saham yang pola-nya bagus, dan hindari averaging down karena faktor emosi. Averaging down harus dilakukan atas dasar analisa teknikal yang benar. 

Banyak trader yang melakukan averaging down hanya didasarkan faktor emosi, tanpa memperhatikan saham yang dipilih. Hal inilah yang menyebabkan averaging down yang dilakukan justru berujung pada risiko besar. 

3. Hindari terburu melakukan averaging down

Pada saat saham yang anda beli turun, bukan berarti anda harus langsung melakukan averaging down saat itu juga. Ada dua hal yang perlu anda perhatikan sebelum averaging down: 
  • Teknikal saham: Sudah murah atau belum?
  • Momentum market / IHSG: Masih bearish atau sudah mulai rebound? 
Pelajari juga cara membaca saham-saham yang sudah murah secara teknikal disini: Full Praktik Menemukan Saham Diskon & Murah. 

Dengan momentum yang lebih pas, averaging down anda akan membuahkan profit lebih maksimal, dibandingkan kalau anda asal melakukan averaging down pada saat saham turun. 

Kesimpulanya, averaging down bukanlah strategi yang perlu dihindari. Averaging down bahkan bisa menguntungkan trader. Namun dalam melakukan averaging down, ada baiknya anda memperhatikan tiga hal penting: Modal, analisa teknikal dan momentum.

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.