Website edukasi saham, ekonomi makro, rekomendasi, investasi saham, analisis saham dan strategi trading.

Belajar Saham: Investasi atau Trading?

Trading dan investasi adalah dua strategi utama untuk meraih profit di pasar saham. Trading saham adalah aktivitas membeli dan menjual saham dalam JANGKA PENDEK. Istilahnya adalah berdagang saham. 



Jangka pendek dalam trading saham adalah jangka waktu harian sampai 1-3 bulan. Sedangkan investasi adalah membeli saham untuk disimpan JANGKA PANJANG (Diatas 1 tahun). Dalam investasi, anda tidak berdagang saham, tetapi anda "membeli" perusahaan yang berfundamental baik.  

Ada juga yang namanya semi investasi yaitu beli dan hold saham diatas 3 bulan sampai dengan dibawah 1 tahun. Semi investasi biasanya diterapkan oleh investor yang tidak suka hold saham terlalu lama.

Sebagai pemula, anda mungkin masih bingung menentukan apakah modal yang anda punya sebaiknya digunakan untuk investasi jangka panjang atau trading saham jangka pendek saja. 

Di pos ini, kita akan membahas apakah sebaiknya anda melakukan investasi atau trading saham. 

TRADING SAHAM 

Jika anda punya tujuan-tujuan sebagai berikut: 
  • Ingin mendapatkan profit saham lebih sering, dengan frekuensi lebih banyak. 
  • 'Memutar' modal 
  • Ingin mendalami lebih banyak analisis teknikal 
  • Membutuhkan profit cepat untuk kebutuhan atau penghasilan tambahan 
  • Lebih cocok dengan analisa teknikal dan fluktuatif market 
  • Modal masih relatif kecil 
Maka sebaiknya anda menjadi trader saham. Karena dengan mendalami analisa teknikal, dengan trading saham, anda punya kesempatan untuk meraih profit jangka pendek lebih optimal. 

Untuk yang ingin trading saham, anda harus mempelajari strategi2 memilih saham, serta kombinasi analisa teknikal simpel yang dapat diterapkan untuk trading. 

Karena trading saham juga ada risikonya. Tidak semua saham bagus untuk ditradingkan, dan tidak setiap saat harga saham naik. Untuk menambah referensi pengetahuan analisa teknikal yang bis diterapkan buat trading, anda bisa pelajari disini: Buku Saham. 

Selain itu, kalau modal anda masih sedikit, katakanlah modal awal anda masih sekitar Rp1-3 juta, saran saya sebaiknya gunakan untuk trading saham. Karena modal kecil lebih efektif 'diputar' untuk trading. 

Dengan modal kecil, anda bisa mendapatkan profit lebih sering, sehingga modal anda bisa berkembang lebih cepat, dibandingkan kalau anda hanya menyimpannya dalam waktu lama (investasi). 

Investasi saham return jangka panjang-nya akan lebih terasa kalau modal anda relatif besar. Kecuali kalau memang tujuan anda beli saham adalah untuk investasi, maka sah-sah saja anda memasukkan modal anda buat beli saham jangka panjang.

INVESTASI SAHAM 

Jika anda punya tujuan-tujuan atau kriteria2 pribadi sebagai berikut: 
  • Ingin mendalami lebih banyak analisa laporan keuangan 
  • Ingin mendalami dan lebih cocok dengan analisa fundamental 
  • Tidak memiliki banyak waktu untuk trading 
  • Analisa grafik dan fluktuatif saham tidak cocok untuk anda 
  • Ingin mendapatkan keuntungan jangka panjang & passive income 
Maka anda bisa pertimbangkan untuk melakukan investasi jangka panjang, bukan berdagang saham (trading) jangka pendek. Seringkali pemula salah melakukan strategi, di mana banyak yang mendalami analisa fundamental, tapi digunakan buat trading jangka pendek. 

Tentu saja analisa anda salah sasaran. Kalau anda mendalami analisa fundamental, artinya anda lebih cocok investasi, bukan trading. Kalau anda mau trading, anda harus lebih banyak fokus ke analisis teknikal. Jangan terbalik. 

Selain itu, jika anda sudah punya modal besar, anda bisa pertimbangkan buat investasi jangka panjang, karena dengan modal besar, return investasi anda akan lebih terasa, terutama buat yang ingin dapat passive income dari dividen.

Sebagai referensi tambahan, anda bisa pelajari dan praktikkan langsung strategi analisa fundamental buat investasi disini: Ebook Analisis Fundamental Saham + Analisis Laporan Keuangan. 

DIVERSIFIKASI INVESTASI DAN TRADING

"Bung Heze, bagaimana kalau saya ingin trading dan investasi? Apakah saya harus buka dua akun sekuritas, untuk memisahkan dana buat trading dan investasi?"

Pertanyaan diatas pernah saya terima dari seorang rekan yang ingin memulai belajar saham. Dalam praktikknya, anda juga bisa menjadi trader dan investor saham. 

Tetapi anda tidak harus membuka dua akun di perusahaan sekuritas. Kalau anda mau trading dan investasi, yang terpenting anda bisa melakukan manajemen modal dan memisahkan modal untuk trading dan investasi jangka panjang. 

Jika anda bingung memisahkan modal di satu akun, barulah anda bisa pertimbangkan untuk membuka dua akun di perusahaan sekuritas. 

Apabila anda ingin melakukan diversifikasi modal buat trading dan investasi, saran saya sebaiknya tunggulah modal anda berkembang. Kalau modal anda masih kecil, anda sebaiknya fokus ke trading atau investasi sesuai dengan tujuan masing-masing, karena dengan modal kecil, diversifikasi trading dan investasi menjadi kurang efektif. 

Baik trading maupun investasi, sama-sama ada risikonya. Hilangkan anggapan bahwa investasi itu lebih bebas risiko daripada trading saham. Karena kalau anda membeli saham yang salah, portofolio anda juga tidak akan bisa berkembang dalam jangka panjang. 

Demikian juga trading saham. Trading saham bukanlah cara instan untuk bisa menjadi cepat kaya dalam semalam. Karena tidak semua saham bagus untuk dibeli. Saham pun juga ada risikonya, sama seperti instrumen investasi lainnya. 

Walaupun ada risikonya, trading dan investasi itu semua sama-sama bagus dan bisa menghasilkan keuntungan maksimal, apabila dilakukan dengan pengetahuan yang benar dan tepat sasaran.  

Anda juga bisa mempelajari tulisan-tulisan yang ada di web Saham Gain ini, untuk menambah referensi tentang cara-cara menghadapi market, meraih profit, strategi trading & investasi, serta ulasan saham dan market.  

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan bertanya apapun tentang saham, saya sangat welcome terhadap komentar rekan-rekan.